Leader vs Manajer

Dilihat dari masa kajiannya, kepemimpinan sudah dikaji sejak masa Arsitoteles. Sedangkan manajemen baru muncul pada abad ke-20 dengan adanya masyarakat industri (Northouse, 2013:12).

Kata kepemimpinan dan manajemen meskipun sekilas mengandung pengertian yang sama yaitu mencapai tujuan organisasi melalui kegiatan orang lain, namun pada hakikatnya keduanya memiliki perbedaan yang besar. Dalam konteks organisasi kerja, terdapat dua bakat dari seseorang untuk memimpin kelompok. Ada yang memiliki bakat sebagai pemimpin (leader) dan sebagai manajemen (manajer).

Mari kita bayangkan ilustrasi berikut. Ada dua orang (si A dan si B) yang sedang mengikuti Management Trainee (MT) di suatu perusahaan dengan metode pelatihan simulasi. Setiap peserta MT ini akan melalui 3 tahapan simulasi, yaitu 1) Peserta diminta melakukan setting up suatu kelompok tugas; 2) Peserta diminta membentuk organisasi; dan 3) Mengawal organisasi dalam mencapai tujuan.

Pada simulasi pertama yaitu mendesain suatu organisasi, si A melakukan aktivitas perencanaan antara lain: membuat rencana kerja, menetapkan jadwal, dan akhirnya mengalokasikan sumberdaya yang ada. Sementara si B lebih memilih menentukan arah organisasi dengan cara: menciptakan visi, menjelaskan kepada anggota kelompok gambaran organisasi secara garis besar, dan menetapkan strategi.

Pada simulasi kedua yakni membentuk organisasi, kegiatan yang dilakukan si A adalah melakukan pengorganisasian dan menetapkan staff, dengan cara: menyediakan struktur organisasi, membuat penempatan kerja, dan membuat SOP. Si B lebih memilih menyatukan orang-orang dalam organisasi, dengan cara: mengkomunikasikan tujuan organisasi, membuat komitmen dengan anggota organisasi, serta membangun tim dan koalisi.

Akhirnya pada simulasi ketiga yaitu mengawal organisasi mencapai tujuan, yang dilakukan si A adalah pengontrolan dan pemecahan masalah, dengan cara: merancang insentif, membuat solusi kreatif, dan melakukan tindakan perbaikan. Sementara si B lebih memilih memberikan motivasi dan inspirasi, dengan cara: menginspirasi dan menyemangati, memberdayakan anggota organisasi, dan memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi.

Pada ilustrasi di atas tampak sekali perbedaan nyata antara tindakan yang dilakukan si A dengan si B. Melakukan aktivitas dan menguasasi rutinitas lebih banyak dilakukan si A, sementara si B lebih menjalankan tindakan mempengaruhi orang lain dan menciptakan visi untuk perubahan. Si A tampak bekerja sebagai manajer, dan si B sebagai leader. Bennis dan Nanus (1985:221) menyatakan “Manajer adalah melakukan segala sesuatu dengan benar, sementara pemimpin adalah orang yang melakukan hal yang benar”.

Baik manajer dan leader, keduanya sangat penting dalam organisasi. Organisasi yang dominan dengan manajemen, akan melahirkan tim yang birokratis dan cenderung menghambat. Sedangkan organisasi yang dominan dengan kepemimpinan, cenderung menghasilkan tim dengan perubahan yang keliru dan tidak bermakna. Sehingga menurut Kotter (1990:7-8) dalam Northaouse (2013:12), organisasi perlu memupuk manajemen yang kompeten dan pemimpin yang terampil.

Referensi:

Northouse, Peter G, 2013. Kepempinan: Teori dan Praktik, Edisi 6, Terjemahan, Jakarta: Indeks.

This entry was posted in Psikologi Industri and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to Leader vs Manajer

  1. artikel yang baik.
    bagaimana jika leader dan manager itu disetarakan dengan pihak kantor? apa yg akan terjadi?

    • Ade Heryana says:

      Di perusahaan, pada dasarnya terdapat Leader dan Manager. Namun demikian, leader merupakan karakter yang intangible (tidak nampak) pada setiap karyawan. Setiap karyawan memiliki bakat leadership. Berbeda dengan manager yang nampak dan melekat pada jabatan atau posisi karyawan di perusahaan.

  2. WADIANTO says:

    pimpinan memang harus ada sebagai pengontrol dan penentu..
    karakter kepemimpinan yang baik seperti apa?

    • Ade Heryana says:

      Karakter pemimpin yang baik disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada. Namun demikian untuk kondisi milenial saat ini dibutuhkan kepemimpinan yang memiliki kemampuan berfikir komprehensif dan holistik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>