Bagaimana Herd Immunity membendung Wabah?

Bahasan tentang pengertian Herd Immnunity baca pada link berikut: http://adeheryana.weblog.esaunggul.ac.id/2015/11/13/herd-immunity/

Herd Immunity dapat membendung wabah suatu penyakit dengan skenario sebagai berikut:

Misalnya satu populasi terdapat 20 indivu dengan kasus awal pada 1 individu.

Skenario-1, dengan herd immunity 0%. Per definisi dikatakan herd immunity adalah proporsi individu yang resisten pada suatu populasi. Sehingga pada skenario ini, jumlah individu yang resisten adalah 20 x 0% = 0 individu.

Skenario-2, dengan herd immunity 65%. Sehingga pada skenario ini, jumlah individu yang resisten adalah 20 x 65% = 13 individu.

Skenario-3, dengan herd immunity 25%. Sehingga pada skenario ini, jumlah individu yang resisten adalah 20 x 25% = 5 individu.

Ketiga skenario di atas, dapat digambarkan pada grafik berikut (diolah dari: Gerstman, B. Burst, 2003, hal.73)

Ade Heryana_Skenario Herd ImmunityDari skenario di atas dapat terlihat bahwa komunitas dengan dengan herd immunity tinggi (yakni Skenario-2 dengan herd immunity 65%) mampu membendung penyakit menular yang ditandai dengan infection rate rendah yaitu hanya 29%. Skenario-1 dan skenario-3 dengan herd immunity masing-masing 0% dan 25% infection rate-nya mencapai 100%.

Yang perlu menjadi perhatian pada Herd Immunity (Noor, 2013) adalah:

  • Herd Immunity dianggap sebagai faktor utama kejadian wabah dalam masyarakat, serta kelangsungan penyakit pada suatu komunitas penduduk tertentu. Contohnya: penyakit cacar air dan campak yang mewabah pada periode tertentu sebelum dilakukan imunisasi;
  • Proporsi Herd Immunity yang dianggap mempunyai daya tangkal mencegah penyakit, menurut teori adalah 70-80%. Dengan kata lain tidak mesti 100%. Namun teori di atas tidak berlaku untuk: 1) Masyarakat yang padat penduduk; 2) Kondisi bila nilai Herd Immunity nya tidak merata dalam masyarakat; dan 3) Pada penyakit difteri, karena sebagian yang telah mendapat vaksinasi difteri masih mungkin mengandung bakteri difteria, dan merupakan sumber penularan; dan
  • Ada kemungkinan terdapat kantong-kantong kecil dalam masyarakat yang tanpa kekebalan, meskipun Herd Immunity nya tinggi.  Hal ini mungkin disebabkan oleh: 1) Sosio-kultur yang berbeda; dan 2) Faktor lain dalam kelompok masyarakat tersebut

Referensi:

Gerstman, B. 2003. Epidemiology Kept Simple, New Jersey: John Willey & Sons.

Noor, Nur Nasry. 2013. Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular, Jakarta: Rineka Cipta

This entry was posted in Epidemiologi Penyakit Menular and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Bagaimana Herd Immunity membendung Wabah?

  1. WADIANTO says:

    Herd immunity merupakan situasi dimana sebagian besar masyarakat terlindungi/kebal terhadap penyakit tertentu sehingga menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect) yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan.
    Apakah Bayi juga bisa terjangkit dan cara pencegahannya?

    • Ade Heryana says:

      Bayi tentunya dapat terjangkit. Bila masih dalam rahim, bayi akan terjangkit melalui ibunya, sehingga ibu hamil harus menjalani vaksinasi. Saat lahir bayi harus mendapatkan imunisasi juga, termasuk ASI eksklusif untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>